| |
Diskusi
“Homoseksualitas dalam Fiksi”
Tanggal: 22 September 2005
Waktu : 16.00 WIB
Tempat: Goethe Haus, Jl. Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat
Pembicara:
1. Andrei Aksana (“Lelaki Terindah”)
2. Alberthiene Endah (“Jangan Beri Aku Narkoba”)
3. Clara Ng (“The (Un)reality Show”)
Moderator: Dhitri Arga
Ada yang diam-diam sedang bergerak dalam khasanah literer kita.
Sosok-sosok gay dan lesbian mendiami ruang-ruang yang sebelumnya kosong
dalam karya fiksi. Tema homoseksual melimpahi halaman-halaman novel, dari
yang masih berupa tempelan dan kilasan, sampai yang telah menukik ke
dalam. Tutup matamu dan ambil saja secara acak sembarang novel dari
tumpukan di toko buku, dan di sana kau akan menemukan tokoh laki-laki
yang jatuh cinta kepada sesama lelaki atau pun perempuan yang jatuh cinta
kepada sesama perempuan. Untuk pertama kalinya dalam dunia fiksi di Tanah
Air, orientasi seksual menjadi persoalan penting yang mencemaskan.
Seksualitas dipahami bukan semata sesuatu yang terberi. Melainkan,
sebagai sesuatu yang ditemukan, dibentuk dan diubah. Apakah lantas kita
bisa berkata, telah lahir sebuah genre baru dalam fiksi kita? Atau, kita
hanya boleh berprasangka bahwa semua ini tren belaka, yang lahir dari
tuntutan instan komodifikasi seiring dengan fenomena booming buku fiksi?
Diskusi ini merupakan kerjasama Q-munity dengan Gramedia Pustaka Utama.
|